Minggu, 18 September 2016

Dilema anak sakit

Hhmmm.....

Diawali dengan kehirukan menjelang lebaran idul adha yg datangnya tgl 12 Sept 2016 , karena para mba-mba , pengasuh anak2ku hendak pulkam.
Dihari Kamis , tgl 8 Sept 2016... pagi sekitar jam 9, mba Lina pengasuh Vio , anakku yg kedua , yg berusia 7 bln lebih ( tepatnya 7 bln lebih 20 hari ) telp saat aku dikantor dan dengan paniknya bicara kalau badan Vio panas lagi rewel.
Ku coba merespond dengan tidak panik sembari kasih instruksi untuk mengukur suhu Vio dengan termometer. Selang bbrp menit kemudian , Mba Vio kembali telp dan bilang kalau suhu Vio 38 kome sekian...Aku minta mba untuk kasi obat penurun panas dan baluri Vio dengan minyak bawang.

Kamis sore sepulang kerja kudapati Vio sudah lebih baik sampai malam dan keesokan harinya , di jumat tgl 9 Sept 2016 , Panas Vio sudah normal sampai malam menjelang keberangkatan mba Vio pulkam.
ehhh....jumat malam , tepatnya sekitar jam 10 malam..suhu badan Vio kembali panas..turun naik sampai sabtu pagi. Mana hari sabtu , Mba Nur , Pengasuh anakku yg pertama ,Ellard..juga pulkam.
Akhirkan kuputuskan Ellard dititip dirumah mertua hari itu tapi sore dijemput pulang.

Sepanjang Sabtu ,sepeninggal Mba Nur yg pulkam , Ellard yang ke rumah amah...ku cuma berdua sama Vio...Vio yang biasa aktif , tiba-tiba lbh bnyk diam karena sakitnya. Suhu tubuhnya naik turun sampai malam..Saat malam , Panas tubuh Vio kembali naik lagi dikisaran 38-39...Obat penurun panas tetap ku beri.

Minggunya ku tetap titip Ellard ke rumah amah karena Vio maunya digendong. Kuletakkan sebentar ditempat tidur langsung merengek, terkecuali kalau aku ikut berbaring di tempat tidur bersamanya.
Minggu siang jam 1lewat , kucek suhunya kembali memanas..kutelp papinya yg sedang di toko..dan putuskan untuk ajak Vio ke dokter, tapi namanya hari minggu..Jadwal dokter spesialis anak cuma sampai jam 1 siang..saat itu sudah menjelang jam 2.
Kita putuskan ke rumah sakit Siloam karawaci dengan diantar kakak ipar karena papinya masih ditoko dan jika menunggu papinya kasihan Vio.
Disana kita bertemu dengan dokter anak yang biasa kami kunjungi jika Ellard maupun Vio sakit, tapi dokter cuma tersenyum dan bilang dia ga praktek , dan menginstruksikan untuk ke IGD....KECEWA ? ya aku kecewa..gimana ga kecewa , ku kenal dokter itu sudah bbrp thn dan kalau anak2 sakit kita selalu periksa ke dia..kenapa sih sisi kemanusiaannya tidak berjalan ? cuma ya , si dokter berlindung pada prosedur umum rumah sakit..ku tak bisa berbuat apa apa.
Sesampainya di IGD , Kita diajukan bbrp pertanyaan dengan hasil keputusan Vio harus menjalani test darah karena kecurigaan dokter akan penyakit types atau DBD.
Stlh menunggu kurang lebih 1 jam , Vio diambil darahnya untuk dites..proses yg memakan waktu lumayan lama karena darah Vio kental , jadi tangan Vio harus ditekan biar darahnya keluar..mana tangisan Vio tidak berhenti2 dari awal sampai akhir pengambilan darah..oiya Vio memang susah beradaptasi dengan orang baru ..dia akan nangis kalau bertemu dengan orang yang tidak pernah Vio temui sebelumnya.
Selama 2 jam itu , hatiku gelisah tak terkira membayangkan hasilnya jika positif dan tangan sekecil itu harus dimasuki jarum suntik dengan waktu tak terkira.
Saat jam menunjukkan Jam 6 sore dan kebetulan papinya sudah datang dan mendampingi , saat itu juga hasil test keluar..kami dipanggil untuk diberitahukan hasil testnya.
Hal yang melegakan saat dokter bilang kalau Vio negatif typus atau pun DBD .. Vio hanya terkena Virus.. dan Virus itu sifatnya menularkan..melegakan saat dibilang negatif tapi juga sedih saat diketahui Virus itu menularkan sehingga diputuskan Ellard untuk sementara kita titip ke rumah amah...yang berarti Ellard ga pulang-pulang sampai kondisi Vio pulih...Hati sediiiihh kalau harus berpisah tapi mo gimana lagi....itu yang terbaik.
Jadi minggu malamnya Ellard nginap di Rumah Amah (Rumah kakak ipar tepatnya hehehe) sampai hari ini , tgl 19 Sept 2016. Ellard masih disana.. malming kemarin , aku , papinya , Ellard dan mba (oiya..para mba sudah balik kembali..mba Lina kembali senin jam 2 dini hari (karena hujan + macet) , kalau mba Nur datang hari selasa sore, yg harusnya senin sore pulangnya..tapi ku diam saja yg penting mba-mba kembali ) jalan-jalan ke Lippo Mall.
Seneengggg pake bangett ketemu Ellard , tapi sedih saat antar dia pulang ke rumah tantenya. Aplg Ellard bilang ,"No mommy, No Evan's home.. mo Ellard's home...
sesampainya dirumah ,ku hanya bisa menangis...berdoa semoga Vio cepat sembuhh dan Ellard bisa berkumpul bersama sama lagi..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar